Jadwal ini dimajukan ke 28 September 2026 (H-3) untuk menyisipkan dua safety buffer (waktu cadangan)[cite: 1]. Mengingat KM Tilongkabila hanya berlayar 1 kali setiap 2 minggu, strategi ini meningkatkan tingkat keberhasilan dari 30% menjadi 99% dan membebaskan perjalanan dari risiko keterlambatan darat[cite: 1].
Rute & Detail Perjalanan
Total Durasi: ~7.5 - 8 Hari[cite: 1]. Klik jadwal di bawah ini untuk melihat detail:
Leg 1 & Buffer 1
Berangkat: 28 Sept (22.20 WIB) menggunakan KA Kahuripan dari Kiaracondong menuju Lempuyangan[cite: 1].
Tiba: 29 Sept (06.23 WIB) di Yogyakarta[cite: 1].
Safety Buffer 1: Menginap 1 malam di Yogyakarta (jeda 24 jam 37 menit) untuk menghindari risiko tertinggal kereta lanjutan[cite: 1].
Leg 2, 3, 4, 5
Kereta: 30 Sept (07.00 WIB) KA Sri Tanjung Lempuyangan ke Ketapang[cite: 1].
Feri & Bus: Malam hari menyeberang via Kapal Feri ASDP, dilanjutkan Bus malam dari Gilimanuk menuju Denpasar[cite: 1]. Perhatikan perubahan waktu menjadi WITA (+1 jam)[cite: 1].
Tiba Bali: 1 Okt (04.00 WITA) tiba di Denpasar, lanjut Taksi/Ojol ke Pelabuhan Benoa[cite: 1].
Buffer 2 & Leg 6
Safety Buffer 2: Tiba lebih awal di Benoa (sekitar jam 05.15 WITA) untuk persiapan boarding KM Tilongkabila dengan santai[cite: 1].